Geliat dinamika mahasiswa Mesir pasca era 90-an mengalami peningkatan kemajuan signifikan. Perkembangan ini bukan hanya dirasakan oleh komunitas yang akrab disebut Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir), tapi sejumlah tokoh nasional pun memberikan komentar yang sama, bahwa realitas Masisir pasca tahun 90-an memiliki karakteristik yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya (Sewindu PPMI, Mencari Titik Terang Pergerakan Masisir, Zainurrofieq, dalam Memoar Aktivis PPMI 2002-2003, hlm. 172). Di antara tokoh yang berkomentar saat itu, dalam catatan Zainurrofieq, adalah Prof. Dr. Umar Shihab, Prof. Dr. Nurcholis Majid [alm.], Prof. Dawam Raharjo, Didik J. Rachbini, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Dr. Bachtiar Efendi dan banyak lagi intelektual Indonesia yang sempat berkunjung ke Mesir.

